Manusia biasa - Yovie Nuno

Wah Yovie Nuno sudah ada album baru lagi. Sebenernya sih udah tau dari beberapa minggu yang lalu waktu liat twitter nya temen..langsung deh pengen denger lagunya, mengingat lagu-lagu dari si akang Yovie pasti lah oke punya. tapi berhubung akhir-akhir ini sulit bagi saya untuk bisa mengakses internet, baru hari ini deh bisa denger lagunya..dan ternyata, suka bangetttttttt…! jadi pengen karaokean deh..

yukz nyanyi bareng…

masih ku ingat selalu
saat kau berjanji padaku
takkan pernah ada cinta yang lainnya
terasa begitu indah

tapi semua berbeda
saat kau kenali dirinya
sadarkah dirimu diriku terluka
saat kau sebut namanya

reff:
aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

andaikan saja kau tahu
aku takkan mudah berubah
aku kan bertahan selalu bertahan
sampai waktu memanggilku

repeat reff

kemanakah dirimu yang dulu cinta aku
dimanakah dirimu yang selalu merindukanku

repeat reff [2x]

Jadi inget waktu nonton konser Yovie Nuno, 2 tahun yang lalu di CS Novotel Palembang..

Anjelie..hadiah pemberian dari Tuhan, pembawa cinta kasih…

Anjelie sayang..hari ini 1 Juni 2010, anjelie genap berusia 3 bulan. maaf ya nda..baru sekarang bunda sempat menulis tentang anjelie di blog pribadi bunda.Anjelie..tidak terasa 3 bulan telah berlalu. sepertinya baru kemarin bunda mengalami kontraksi, berada di ruang persalinan Rumah Sakit Charitas. kala itu Senin 1 Maret 2010, setelah mengalami kontraksi 30 jam lamanya, Anjelie akhirnya lahir ke dunia.Bunda melahirkan anjelie ditemani oleh Eyang uti dan Simbah Nanik, tanpa kehadiran Ayah. Sebenarnya bunda sangat ingin bisa melahirkan Anjelie dengan didampingi oleh ayah, itu cita-cita bunda sejak lama. Namun waktu tidak berpihak kepada bunda, kelahiranmu tidak bisa ditunda lagi , Anjelie lahir pada saat ayah sedang dalam perjalanan menuju Palembang.Selama 3 bulan ini Anjelie telah memberikan warna baru dalam kehidupan bunda. 1 bulan pertama hampir setiap malam bunda begadang sendirian menemani Anjelie yang selalu terjaga di sepanjang malam. Ayah terbang kembali ke Jogja setelah 1 minggu menemani Anjelie di rumah sakit dan di rumah. Mencuci popok dan pakaian ,menggendong, menyusui ,belajar memandikan anjelie , merupakan kegiatan rutin bunda sehari-hari, seluruh perhatian bunda tercurah hanya untuk anjelie.Tanggal 23 Maret 2010, Anjelie dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin yang kedua (Anjelie mendapatkan vaksin pertama BCG beberapa hari setelah anjelie di lahirkan) yaitu Vaksin Hepatitis B dan Polio. dan hari Minggu tanggal 28 Maret telinga Anjelie ditindik, bunda tak kuasa menahan tangis kala melihat anjelie kesakitan saat di suntik vaksin dan saat telinga anjelie ditindik, rasanya tak tega nak…Selama 3 bulan ini bunda sangat menikmati saat-saat kebersamaan dengan anjelie, bunda sangat bahagia bisa menyaksikan moment demi moment tumbuh kembang mu nak…saat anjelie pertama kali bisa menatap mata bunda, bisa merespon suara, saat pertama kali mendengar Anjelie mengoceh, dan tertawa.Anjelie..Setelah 2 bulan lamanya kita berpisah dengan Ayah, akhirnya Jumat (07/05/2010) kita bisa berkumpul kembali bersama ayah. bahagia benar rasanya melihat Ayah begitu bahagia ketika menjemput anjelie di bandara Adi sutjipto Yogyakarta. kini ayah, bunda, anjelie dan om Enggar tinggal bersama di daerah Karang Sari Yogyakarta. Suasananya masih di desa, begitu tenang, yang terdengar hanya suara kicauan burung. Setiap pagi sekitar pukul 6 Anjelie di temani ayah jalan-jalan pagi dengan menggunakan troller, menghirup udara pagi yang masih sangat segar . kini setiap hari libur Anjelie bisa dimandiin oleh ayah. bunda senang mendengar suara ketawa Anjelie saat dimandikan. Anjelie sangat senang saat sedang di mandikan.Anjelie…Bagi bunda, Anjelie benar-benar hadiah yang sangat istimewa dari Tuhan, oleh karena itu ayah dan bunda memberi nama Nathanaela Rarkiara Anjelie Maitri yang artinya Hadiah pemberian dari Tuhan pembawa cinta kasih. Semoga Anjelie bisa menjadi pembawa cinta kasih dan perdamaian bagi siapa saja, dimanapun dan kapanpun.Anjelie..Kelak jika engkau dewasa jadilah perempuan yang tegar dan mandiri. karena esok tantangan yang engkau hadapi akan semakin berat, jadilah wanita yang kuat dan sabar, selalu tersenyum bahkan disaat hatimu sedang terluka, karena sebuah senyuman bisa menyembuhkan hati yang luka. dan jadilah berkat bagi sesama..Doa Ayah dan bunda senantiasa mengiringi langkahmu..

Sepenggal kisah dari seorang bumil (Ibu Hamil)

Puji Tuhan, tidak terasa minggu ini kehamilan saya tepat menginjak usia 8 bulan alias 32 minggu. Tak ada kata-kata lain selain ungkapan terus bersyukur kepada Tuhan karena telah diperkenankan menerima anugerah besar ini dari-Nya.

 

Sungguh rasanya hingga saat ini saya masih sering kali dihinggapi rasa tidak percaya karena pada akhirnya saya bisa merasakan indahnya masa-masa kehamilan selama 8 bulan ini. Puji Tuhan dari awal masa kehamilan hingga usia 8 bulan ini kehamilan saya berjalan lancar, bayi yang saya kandung sehat dan relatif tidak mengalami masalah yang berarti.

 

Kehamilan pertama ini benar-benar kado terindah dari Tuhan di ulang tahun pernikahan kami yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2009 yang lalu.  Setelah menunggu 2 tahun lamanya akhirnya Tuhan berkenan memberikan anugerah paling indah ini bagi kami berdua.

 

Kami menikah pada tanggal 14 Juli 2007 di Palembang. 1 bulan setelah menikah, suami ‘meninggalkan’ saya jauh ke ‘negeri londo’ alias Belanda untuk melanjutkan study S2-nya di Wageningen University.  Sementara saya tetap di Palembang, kami menjalani hubungan jarak jauh selama 2 tahun lamanya.

 

Menginjak usia 1 tahun pernikahan, keinginan saya untuk segera menimang bayi mulai menggebu, akan tetapi sempat terlintas kekuatiran di benak saya apakah saya bisa hamil? Mengingat selama ini siklus haid saya sering tidak teratur dan sudah beberapa kali sejak  SMP saya sering berkonsultasi ke dokter kandungan. Walaupun secara medis  kandungan saya di nyatakan sehat, namun kekuatiran itu tetap ada.

 

Pada bulan Agustus 2008 saya kembali berkonsultasi ke 2 dokter kandungan yang berbeda untuk kembali memeriksakan kandungan saya, pada saat itu suami masih belum pulang. Kedua dokter tersebut menyatakan kandungan saya dalam keadaan baik-baik saja.

 

Tanggal 13 november 2008 suami pulang liburan ke tanah air selama 3 bulan lamanya. Akhir november 2008 kami berdua terbang ke Bali, menikmati ‘bulan madu yang tertunda’ mengingat setelah menikah kami berdua belum sempat ber ‘hanimun ria’ dikarenakan kesibukan suami mengurus persiapan keberangkatan ke Belanda.

 

3 bulan suami di Palembang, saya tak kunjung hamil. 5 Februari 2009 suami berangkat kembali ke Belanda. Keinginan yang sempat menggebu untuk segera hamil sedikit demi sedikit mulai memudar. Waktu itu saya mulai pasrah dan berpikir bahwa mungkin saat itu belum saatnya bagi saya untuk hamil.

 

Setelah keberangkatan kembali suami, pikiran saya mulai ‘teralihkan’ pada persiapan keberangkatan saya ke Belanda pada tanggal 21 Mei 2009. Sibuk mengurus paspor dan visa kunjungan ke Belanda membuat pikiran saya untuk segera menimang bayi pun  teralihkan.

 

Pada saat akan mengurus visa kunjungan saya ke Belanda, saya berkenalan dengan jeng Khoirin Nisa, Istri dari sahabat suami di Belanda. Saya banyak bertanya pada jeng Khoirin perihal proses pengurusan visa karena dia pernah berpengalaman menyusul suaminya ke Belanda.

 

Ada satu kata-kata dari jeng khoirin yang saya ingat dia bilang gini, “ Mbak Stefani, menurut orang jawa katanya kalo istri yang terbang nyusul suami kalo istri belum hamil katanya bakal hamil loh..tapi kalo suami yang terbang malah gak jadi..mudah-mudahan mbak Stefani bisa nyusul saya yang langsung hamil begitu pulang dari Belanda” waktu itu saya hanya tertawa saja sambil berkata “ Amien…doain aja ya..biar bisa nyusul mbak Nisa hehehe”

 

Dan pada tanggal 21 Mei 2009 saya terbang seorang diri ke Belanda, selama 3 bulan saya berada di Belanda mendampingi suami yang kala itu sedang berjuang menyelesaikan Thesisnya. Awal Juni 2009 kami berdua melakukan perjalanan ke kota Paris selama 7 hari lamanya. Ceritanya sih ‘hanimun jilid kedua’ hehehe. Awal Juli 2009 saya juga berkesempatan mendampingi suami mengikuti Simposiun Internasional PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Den Haag selama 3 hari lamanya.

 

Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama 3 bulan berada di Belanda, termasuk pengalaman menjadi ‘Ibu Rumah Tangga seutuhnya’ mengingat selama di Belanda, itulah kali pertama saya dan suami benar-benar tinggal berdua.

 

Memasuki bulan Juli 2009 saya mulai di hinggapi kekuatiran karena sudah hampir 2 bulan lamanya saya tidak mendapatkan haid. Waktu itu saya sama sekali tidak berpikiran bahwa saya hamil, saya malah sempat berpikir yang tidak-tidak, bahwa jangan-jangan kandungan saya kembali bermasalah. Saya lalu menelepon mama di tanah air, mama lalu menyarankan saya untuk segera ke dokter kandungan. Menurut Mama, mumpung lagi di Belanda coba sekalian aja periksa kandungan saya, mengingat teknologi medis di Belanda pasti lebih canggih ketimbang di Indonesia, begitu kata Mama.

 

Namun saat itu saya dan suami sempat bingung waktu mau memeriksakan diri ke dokter kandungan di sana mengingat Wageningen itu kota yang kecil, mau nyari dokter kandungan dimana…Seorang teman lalu menyarankan saya agar periksa ke dokter umum dulu, waktu itu saya sempat diledekin oleh seorang teman, “Jangan-jangan kamu hamil tuh..”  waktu itu saya menjawab “ Ah gak mungkin…”

 

Tanggal 15 Juli 2009, sehari setelah ulang tahun pernikahan kami yang kedua, saya dan suami akhirnya pergi ke dokter umum setempat, setelah menceritakan permasalahan yang saya hadapi, oleh dokter tersebut saya hanya di sarankan untuk membeli dulu alat test pack kehamilan, karena ada kemungkinan saya hamil.

 

Waktu itu saya hanya tertawa saja dan belum terbersit sedikitpun di pikiran saya bahwa saat itu saya sudah hamil. Pulang dari dokter tersebut, saya dan suami langsung menuju ke Apotik terdekat untuk membeli test pack kehamilan yang dijual seharga 8,30 Euro kalau di rupiahkan setara dengan Rp 120.350.

 

Keesokan harinya, tanggal 16 Juli 2009 saya dan suami berangkat ke pulau Texel (salah satu pulau yang berada di wilayah Belanda) untuk mengunjungi sahabat kami, Mbak Selvy yang tinggal di sana. Dikarenakan tanggal 16 itu saya lupa melakukan test pack, baru tanggal 17 Juli 2009 saya melakukan test pack saat kami sedang berada di Texel.

 

Orang pertama yang mengetahui kehamilan saya justru malah bukan suami, melainkan 2 orang sahabat kami yang saat itu juga sedang bersama kami di Texel, yaitu Tia dan Mathias (Thias). Dikarenakan saya tidak memahami bahasa belanda, sedangkan penjelasan yang ada di alat test pack itu semua dalam bahasa Belanda. Waktu itu saya sempat bingung, tanda ini positif atau negatif ya..?. saya lalu menyerahkan alat test pack tersebut kepada Mathias yang asli ‘bule londo’ setelah melihat dan membaca penjelasan yang ada di test pack tersebut, dengan wajah tersenyum lebar Mathias lalu mengucapkan selamat kepada saya “ Kamu hamil..!”


 

 

test pack kehamilan

Sata bengong dan tidak percaya mendengar kata-kata dari Mathias. Saya lalu segera membangunkan suami yang kala itu masih terlelap untuk menyampaikan kabar menggembirakan itu. Suami pun kaget mendengar berita menggembirakan itu. Kami berdua sama-sama gak percaya J

 

Namun di hati saya masih saja terselip keraguan, bener gak sih hasil test pack ini? Jangan-jangan salah lagi..Hati saya masih saja belum yakin kalau saya sudah hamil. Seorang teman menyarankan kepada saya untuk memeriksakan diri ke Klinik khusus kebidanan yang ada di kota Wageningen, untuk di periksa dengan USG untuk memastikan kehamilan saya.

 

Tanggal 27 Juli 2009 saya dan suami pergi ke klinik khusus kebidanan yang ada di dekat centrum (pasar) yang ada di Wageningen. Setelah di periksa dan di USG oleh bidan, saya baru 100% yakin bahwa saya telah mengandung dengan usia kehamilan 8 minggu.

 

junior umur 8 minggu

 

 

Semua keraguan yang ada di benak saya langsung hilang, betapa bahagianya hati saya kala itu ketika bidan menyatakan bahwa saya akan melahirkan pada bulan Maret 2010.

 

Bagi saya bayi yang saya kandung ini adalah janin yang tahan uji.., betapa tidak..awal Juni 2009 saya sempat jatuh dari sepeda, lalu ketika sedang berada di Paris, saya sempat kecapekan berjalan kaki menyusuri kota Paris selama 7 hari lamanya, pernah pula saya bersepeda bersama dengan mbak Vivi dan kak Meis dari kota Wageningen menuju kota Ede yang menempuh perjalanan sekitar 1 jam lamanya. Dilanjutkan dengan awal Juli saya pernah bersepada bersama teman saya Janne dari kota Noordwijk ke kota Leiden dengan perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya, saya pun sempat terserang diare ketika sedang mengikuti Simposium Internasional PPI Dunia awal Juli yang lalu. Dan yang tak kalah menghebohkan di usia 10 minggu kehamilan saya pernah berlari-lari naik turun tangga menyusuri Bandara Internasional Kuwait (untung aja bandara nya gak segede Bandara Frankfurt di Jerman, tapi tetep aja bikin lemas ngelilinginya) saat sedang menempuh perjalanan pulang ke Indonesia, heboh karena saat itu saya sedang mengejar pesawat yang akan membawa saya kembali ke Jakarta, dikarenakan keterlambatan pesawat yang saya tumpangi dari Frankfurt Jerman, saya hampir saja mengalami kisah di tinggal pesawat :p  Itulah yang membuat saya merasa Amazing bahwa janin yang saya kandung masih kuat bertahan dan tabah dibawa oleh saya kemana-mana, mengalami pertualangan tak terlupakan di Eropa.. terima kasih Tuhan..

 

Di awal-awal kehamilan pun saya tidak begitu mengalami masalah yang berarti, mual-mual memang sempat saya rasakan di usia 2-3 bulan kehamilan tapi itu pun tidak begitu parah. Nafsu makan saya tetap normal-normal saja. Ngidam pun tidak yang aneh-aneh, paling di usia 3 bulan kehamilan saya sempat terobsesi dengan Sate Padang. Untuk saat itu saya sudah berada di Indonesia, sehingga mudah bagi saya untuk mendapatkan sate padang, coba saja kalau masih di Belanda..wah pasti repot bagi saya untuk menemukan masakan tersebut. J

 

Menginjak usia kehamilan 5 bulan saya sempat terserang penyakit cacar, bayangin udah tua gini baru kena cacar L, waktu itu suami memang sudah kembali ke tanah air, namun sedang berada di Jogja. Untung saja sakit yang saya alami itu tidak berpengaruh ke janin saya.

 

Boleh dibilang selama 8 bulan usia kehamilan saya ini, hanya sebentar saja saya didampingi suami, sebagian besar saya lalui tanpa kehadiran suami. Karena saat ini suami berada di Jogja, sedangkan saya masih berada di Palembang hingga usai proses persalinan . Namun pengalaman 2 tahun di tinggal oleh suami ke Belanda telah membuat saya lebih kuat dan tegar menjalani masa kehamilan ini walaupun tanpa kehadiran suami di samping saya.

 

Ya walaupun tidak bisa diingkari, secara psikologis ketidakhadiran suami pada masa kehamilan kadang terasa berat. Saya punya pengalaman lucu ketika sedang memeriksakan diri ke dokter kandungan. Karena suami sedang tidak ada di samping saya, pada saat kontrol ke dokter kandungan, saya selalu di antar dan di temani oleh orang tua saya (terutama oleh Mama), nah pada saat itu mama sedang tidak bisa menemani saya, sehingga saya diantar oleh bapak saya pergi ke dokter kandungan, dan oleh perawat yang bertugas di dokter kandungan tersebut, ia menyangka bapak saya itu adalah suami saya J

 

Puji Tuhan saya memiliki orang tua yang hingga saat ini masih mensupport dan memberi perhatian yang terbaik bagi saya, sehingga saya tidak pernah merasa sendirian walaupun suami tidak bisa hadir di samping saya.

 

Kini dalam hitungan 4-6 minggu kedepan saya akan menjadi seorang Ibu.., rasanya sudah gak sabar lagi untuk mendengar tangis bayi itu..hari-hari penantian menjadi terasa amat panjang J. Perasaan kuatir akan proses persalinan mulai menghampiri diri saya, namun suami senantiasa menguatkan hati saya, meyakinkan diri saya untuk tidak perlu kuatir menghadapi proses persalinan nanti, dengan memberi keyakinan bahwa segala sesuatunya nanti pasti akan berjalan dengan lancar.

 

Semoga saya bisa menjalani saat-saat menjelang proses persalinan ini dengan hati yang tenang dan semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melindung bayi yang saya kandung ini hingga pada saat nya nanti dapat lahir dengan selamat dan sehat.

 

Mohon doa nya, ya…!

 

 

 

 

 

 

 

 

Keinginan dan harapan di tahun 2010

Selamat Tahun Baru 2010..!

Semoga belum telat ya, saya mengucapkannya..:)

Gak terasa hari ini hari ke enam di tahun 2010, dan ini merupakan postingan pertama saya di tahun 2010 setelah sekian lama tidak berposting ria..*untung aja blog ini masih tetep ada, belum di hapus :p*

Memulai awal tahun dengan rasa optimis, walaupun saya cenderung menyebut tahun 2010 ini sebagai “Tahun Perjuangan”, karena banyak tantangan yang ‘real’ di depan mata yang harus di hadapi. Namun harus tetap semangat!!

Ada begitu banyak keinginan dan harapan di tahun 2010 ini, entahlah saya kok cenderung tidak memilih kata Resolusi karena kesannya terlalu berat *takut gak kesampaian..hehehe*

kalau boleh menyebut, harapan dan keinginan saya di tahun 2010 ini antara lain :

1. Proses kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar

gak terasa usia kehamilan saya sudah memasuki bulan ke-8. Puji Tuhan, sejauh ini kandungan saya sehat-sehat saja, tidak mengalami masalah dan yang terpenting tidak rewel. Masa mual-mual hanya saya alami di usia-usia awal kehamilan dan itu pun tidak terlalu parah. Soal ngidam pun tidak aneh-aneh * ni baby ngerti kali ya kalo ayahnya lagi jauh dari bundanya..hehehe*, paling di awal-awal kehamilan saya sempat terobsesi dengan Sate padang.  dan satu yang mengherankan, di awal-awal usia kehamilan saya, saya sempat alergi dengan cokelat..bahkan melihat bungkus cokelat saja sudah membuat saya menjadi ‘eneg’ . satu hal yang mengherankan, mengingat sebelumnya saya termasuk penggemar cokelat. Hal ini bertahan hingga saya memasuki usia kehamilan yang ke-7.

8 hingga 9 minggu lagi saya akan menjadi seorang ibu, kalau ditanya apakah saya merasa deg-degan menjelang proses persalinan? sejauh ini sih belum merasa deg-degan.  kadang masih merasa gak ‘ngeh’ kalo dalam beberapa minggu ke depan saya akan menghadapi suatu proses yang mendebarkan untuk menjadi seorang ibu dan wanita yang seutuhnya.

Ngomongin soal persiapan menjelang persalinan, jujur sampai sekarang saya belum belanja perlengkapan dan peralatan untuk si baby..kalau sekedar survey sih sudah..tapi belum sampai pada tahap ‘eksekusi’ , nyantai banget ya saya…hehehe…rencana awal bulan depan deh baru mulai berburu..:)

Saya berharap 2 bulan menjelang detik-detik persalinan ini kandungan saya tidak mengalami masalah, segala sesuatu berjalan lancar dan di beri kemudahan pada saat persalinan, Amien.

2.  Dapat menjadi ibu dan istri yang baik bagi anak dan suami

Mungkin ini harapan paling besar di tahun 2010 ini, tahun 2010 ini tahun pertama bagi saya dan suami untuk tinggal bersama setelah lebih dari 2 tahun penikahan, kami menjalani LDR alias tinggal berjauhan. Tahun pertama bagi kami berdua untuk dapat hidup mandiri di Jogja. Semoga segala sesuatu dapat berjalan dengan lancar, Amien.

3.  Dapat menyelesaikan Brevet Pajak dan lulus Ujian Sertifikasi Pajak

Menjadi Konsultan Pajak adalah cita-cita yang sudah lama saya impikan, semoga tahun ini saya dapat mewujudkan impian saya itu.

4. Dapat kembali bekerja

hmmm..rasanya pengen cepet-cepet kembali bekerja. Dulu ketika masih bekerja saya sempat berkeinginan untuk berhenti kerja dan menjadi ibu rumah tangga saja. Rasanya capek kerja office hour seharian di kantor. tapi setelah hampir setahun gak kerja..hmmm..sepertinya saya lebih memilih untuk bisa bekerja lagi agar bisa membantu suami mencari nafkah untuk keluarga, minimal bisa untuk beli susu bayi..:p

dan banyak keinginan dan harapan yang lain yang gak bisa di sebutin satu persatu, impian-impian yang masih belum terwujud, saya sadar butuh kerja keras untuk bisa mewujudkan impian. Karena impian akan tetap menjadi mimpi, bila hanya sekedar di impikan.

Maafkan (Tak Sempurna)-Ecoutez

Saat kau katakan apa yang kau rasa dalam hatimu padaku
dan ku jawab rasa cintamu yang dalam
dengan senyuman di bibirku
semua indah… serasa dalam mimpi…

Dan hari pun silih berganti menguji cintaku padamu
tlah kuberi semua rasa
cinta serta hatiku padamu…
namun kau slalu menuntutku lebih…
hingga ku tak tau
harus apa lagi…

Reff :
Maafkan aku yang tak sempurna
Sampai kapanpun itu… aku tetap begini…
Ku hanya ingin…
‘Tuk selalu menjadi… yang terbaik untukmu…

Seandainya ku dapat menjadi seorang
seperti yang kau inginkan
hingga tak tergantikan cintaku dengan cinta yang lainnya…
Karena kau slalu… menuntutku lebih…
sampai ku tak tahu harus apa lagi…

Back to Reff